Siapa Liliyana?
PotretLiliyana Natsir adalah pemain ganda campuran tersukses dalam sejarah bulu tangkis Indonesia. Dijuluki "Butet", ia mendominasi ganda campuran dunia selama lebih dari satu dekade bersama Nova Widianto lalu Tontowi Ahmad.
Prestasi
Juara Olimpiade di Rio 2016 bersama Tontowi Ahmad — medali emas pertama Indonesia di Olimpiade 2016 dari semua cabang olahraga —, ia meraih empat gelar juara dunia (2005, 2007, 2013, 2017) dan tiga gelar di All England Open (2012, 2013, 2014). Peraih medali perak Olimpiade di Beijing 2008 bersama Nova Widianto.
Gaya bermain
Liliyana Natsir dikenal karena permainan net-nya yang sangat halus dan kemampuannya mengatur tempo meski memiliki postur tubuh yang tidak tinggi. Pembacaan lintasannya dan ketepatan lob pendeknya menjadi bagian integral dari dasar-dasar yang diajarkan di pusat-pusat pembinaan Indonesia. Kemitraannya dengan Tontowi Ahmad, yang berbasis pada saling melengkapi depan/belakang yang nyaris sempurna, dipelajari sebagai model modern ganda campuran kelas atas.
Warisan
Pensiun dari sirkuit internasional pada 2019 setelah All England Open, Liliyana Natsir tetap menjadi salah satu sosok yang paling dihormati dalam bulu tangkis Asia. Gaya tekniknya, yang berbasis pada kehalusan dan penempatan ketimbang kekuatan, menginspirasi satu generasi pemain putri Indonesia.
Di BadmintonPeak, analisis final-final legendarisnya dan uraikan persentase keberhasilannya di net berkat AI.
Pertandingan Liliyana yang Dianalisis
PerpustakaanBelum ada pertandingan yang dianalisis saat ini.
Berkembang sungguhan, bukan sekadar menonton
Rekam latihan dengan ponselmu: AI mengoreksi gerakanmu langkah demi langkah. Mulai jalur terpandu — langkah pertama gratis.
Mulai gratis